Cash Flow


Aliran Kas/ CashFlow/ Anggaran Kas/ Cash Budget secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai suatu perkiraan mengenai masuk dan keluarnya dana tunai yang terjadi.  Cash Flow menunjukan kebutuhan kas jangka pendek maupun jangka panjang, cash flow jangka pendek disusun dalam interval waktu bulanan, kwartalan, semester maupun satu tahun yang merupakan alat operasional pengendalian kas sehari-hari. Periode cash flow jangka panjang meliputi jangka waktu lima sampai sepuluh tahun.  Fungsi anggaran jangka panjang dalam suatu perusahaan diantaranya untuk mengetahui kemampuan perusahaan menambah dana dari sumber internal dan memperkirakan saldo kas pada setiap akhir tahun anggaran.

 

PRINSIP PENYUSUNAN CASH FLOW

Prinsip yang dipakai untuk menyusun cash flow adalah basis tunai atau cash basis.  Cash Basis pada prinsipnya dijelaskan seperti berikut :

  • Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat penjualan dilakukan.
  • Biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya timbul
  • Biaya-biaya non kas (non cash charge), misal: penyusutan atau depresiasi dan amortisasi tidak diperhitungkan.

 

FORMAT CASH FLOW

Terdapat berbagai macam format cash flow, namun secara umum terdiri dari komponen berikut :

  1. Saldo Awal Kas (beginning cash balance), merupakan uang tunai yang dimiliki perusahaan diawal periode.
  2. Penerimaan Kas atau Kas Masuk (cash inflow), uang yang benar-benar diterima perusahaan.  Sumber kas masuk diantaranya berasal dari : penerimaan dari penjualan barang/jasa, dari hasil penagihan piutang, dari penjualan aktiva tetap, dari restitusi pajak, pinjaman dari pihak lain dan penambahan modal.
  3. Total Kas yang tersedia (total cash available), merupakan penjumlahan antara Saldo Kas Awal dengan Penerimaan Kas.
  4. Pengeluaran Kas atau Kas Keluar (cash outflow), merupakan aliran pembayaran tunai yang dilakukan perusahaan, kebalikan dari kas masuk.
  5. Surplus/Defisit Kas (net cash surplus/deficit), merupakan selisih total kas yang tersedia dibandingkan dengan pengeluaran kas.
  6. Saldo Kas Minimum (minimum cash balance), merupakan jumlah uang tunai minimum untuk keperluan perusahaan, misal untuk cadangan pemenuhan biaya-biaya yang mendesak (emergency cost).
  7. Kebutuhan Dana Tambahan (additional finance needs), merupakan jumlah dan untuk menutup defisit ditambah saldo kas minimum (jika ada).
  8. Saldo Kas Akhir (ending cash balance), merupakan saldo akhir kas diakhir periode (minggu, bulan, kuartal, semester atau tahun).

End Of Topik …..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: